Beranda Gear Up Jangan Tunda Ganti Oli saat Musim Kemarau, Ini Risikonya bagi Mesin Kendaraan

Jangan Tunda Ganti Oli saat Musim Kemarau, Ini Risikonya bagi Mesin Kendaraan

Jangan Tunda Ganti Oli saat Musim Kemarau, Ini Risikonya bagi Mesin Kendaraan - lajuroda.com

Lajuroda.com, Jakarta – PT Pertamina Lubricants mengingatkan para pemilik kendaraan agar tidak menunda ganti oli, terutama selama musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih panas. Kebiasaan menunda servis berkala demi menghemat pengeluaran justru berpotensi menimbulkan kerusakan mesin yang membutuhkan biaya perbaikan jauh lebih besar.

Peringatan ini disampaikan seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau tahun 2026 akan lebih kering, dengan puncaknya terjadi pada Juli hingga September. Di sejumlah wilayah Indonesia, suhu udara bahkan diperkirakan melampaui 35 derajat Celsius sehingga dapat memengaruhi temperatur kerja mesin kendaraan.

Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, menjelaskan bahwa suhu lingkungan yang tinggi membuat temperatur mesin meningkat. Kondisi tersebut mempercepat proses oksidasi oli sehingga kemampuan pelumas dalam melindungi komponen mesin ikut menurun.

Jangan Tunda Ganti Oli saat Musim Kemarau, Ini Risikonya bagi Mesin Kendaraan - lajuroda.com
Mekanik Enduro Service di SPBU Pertamina Ahmad Yani 31.171.01, Bekasi memberikan rekomendasi pelumas yang paling sesuai dengan spesifikasi kendaraan konsumen_

Menurutnya, oli yang terus digunakan melewati masa pakainya akan kehilangan kemampuan melumasi secara optimal. Akibatnya, gesekan antar komponen meningkat dan risiko keausan maupun kerusakan mesin menjadi lebih besar.

Selain faktor cuaca, Mulianto juga mengingatkan bahwa banyak pemilik kendaraan masih menganggap jarak tempuh sebagai satu-satunya acuan untuk mengganti oli. Padahal, kendaraan yang lebih sering digunakan dalam kondisi lalu lintas padat atau stop-and-go membuat mesin bekerja lebih berat dengan temperatur yang lebih tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas oli menurun lebih cepat dibandingkan kendaraan yang digunakan di jalan lancar.

Karena itu, waktu penggantian oli sebaiknya tidak hanya mengacu pada angka kilometer. Pengguna kendaraan juga perlu memperhatikan pola penggunaan kendaraan, kondisi lalu lintas yang sering dihadapi, serta lamanya oli digunakan agar perlindungan terhadap mesin tetap optimal.

Pertamina Lubricants juga membagikan sejumlah tips agar pemilik kendaraan tetap dapat berhemat tanpa mengorbankan kesehatan mesin. Salah satunya adalah menghindari kebiasaan menggeber kendaraan pada putaran mesin atau RPM tinggi secara terus-menerus. Kebiasaan tersebut membuat mesin bekerja pada suhu lebih tinggi sehingga oli lebih cepat mengalami oksidasi, penguapan, dan penurunan viskositas.

Selain itu, penggunaan oli full synthetic juga menjadi pilihan yang lebih baik, terutama saat cuaca panas. Oli sintetis memiliki ketahanan lebih baik terhadap temperatur tinggi dan proses oksidasi sehingga performanya tetap stabil. Untuk motor matik harian, Pertamina Lubricants merekomendasikan Enduro Matic Full Synthetic 10W-30, sedangkan untuk kategori big matic seperti Yamaha NMAX, Aerox, maupun Honda PCX 160 tersedia Enduro Matic V 10W-40.

Jangan Tunda Ganti Oli saat Musim Kemarau, Ini Risikonya bagi Mesin Kendaraan - lajuroda.com
Mekanik Enduro Service di SPBU Pertamina Ahmad Yani 31.171.01, Bekasi saat melakukan servis pada sepeda motor konsumen_2

Masyarakat juga disarankan memanfaatkan berbagai promo yang tersedia di toko resmi agar biaya perawatan kendaraan tetap lebih hemat tanpa harus mengorbankan jadwal penggantian oli.

Dengan melakukan penggantian oli sesuai rekomendasi pabrikan dan memperhatikan kondisi penggunaan kendaraan, pemilik kendaraan dapat menjaga performa mesin tetap optimal, meningkatkan efisiensi bahan bakar, sekaligus menghindari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari. Menunda ganti oli mungkin terlihat menghemat dalam jangka pendek, tetapi justru berpotensi menjadi pengeluaran yang lebih mahal akibat kerusakan mesin.