
Lajuroda.com, Jakarta – PT Pertamina Lubricants terus memperkuat kapasitas produksi pelumas nasional dengan mengembangkan fasilitas produksi grease atau gemuk pelumas di Production Unit Jakarta (PUJ), Plumpang, Jakarta Utara. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 8.000 metrik ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan sektor otomotif dan industri di Indonesia.
Pengembangan fasilitas Grease Plant ini menjadi bagian dari upaya Pertamina Lubricants dalam memperluas solusi pelumasan, tidak hanya melalui produk oli, tetapi juga grease yang digunakan untuk melindungi berbagai komponen mesin dan peralatan industri.
Grease memiliki peran penting dalam menjaga kinerja komponen yang beroperasi pada kondisi berat, seperti tekanan tinggi, beban besar, serta lingkungan kerja dengan tantangan operasional tertentu. Penggunaan gemuk pelumas membantu mengurangi gesekan sekaligus memberikan perlindungan pada komponen mesin agar tetap bekerja optimal.
Manager Production Unit Jakarta Pertamina Lubricants, Dody Arief Aditya, mengatakan bahwa proses produksi grease membutuhkan pengendalian mutu yang ketat untuk menjaga konsistensi kualitas dan memastikan produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
“Produk grease digunakan untuk berbagai aplikasi dengan kondisi operasional yang berbeda-beda. Karena itu, konsistensi proses produksi dan kualitas produk menjadi faktor yang sangat penting agar performanya sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujarnya.
Fasilitas Produksi Terintegrasi di Plumpang
Grease Plant merupakan bagian dari fasilitas manufaktur terintegrasi Pertamina Lubricants di kawasan Plumpang. Selain memproduksi gemuk pelumas, perusahaan juga mengoperasikan Lube Oil Blending Plant (LOBP) dengan kapasitas produksi hingga 270 juta liter per tahun.
Fasilitas tersebut dilengkapi dengan unit produksi aditif untuk meningkatkan indeks kekentalan pelumas serta menghasilkan produk spesialti yang mendukung kebutuhan industri pelumas dan sektor minyak dan gas (migas) nasional.
Integrasi berbagai fasilitas produksi ini menjadi salah satu upaya perusahaan dalam memperkuat kemampuan manufaktur sekaligus menyediakan beragam produk pelumasan untuk berbagai kebutuhan pasar.
Pertamina Lubricants Didukung Riset dan Inovasi Teknologi Pelumas
Selain mengandalkan fasilitas manufaktur, pengembangan produk grease Pertamina Lubricants juga didukung kemampuan riset dan inovasi melalui Lubricants Technology Center (LTC) di Jakarta Utara.
Diresmikan pada 2023, LTC menjadi pusat pengembangan teknologi pelumas dan specialty chemicals terbesar di Indonesia. Fasilitas ini berperan dalam mendukung penelitian, pengujian, serta pengembangan produk agar sesuai dengan perkembangan teknologi mesin dan kebutuhan pelanggan.
Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, menjelaskan bahwa pengembangan produk pelumas, termasuk grease, dilakukan melalui serangkaian riset dan pengujian untuk memastikan kualitas serta performanya.
“Setiap mesin memiliki karakteristik dan kebutuhan pelumasan yang berbeda. Karena itu, pengembangan produk harus didukung oleh riset dan pengujian yang memadai agar dapat memberikan perlindungan dan performa yang optimal bagi pengguna,” kata Rika.
Melalui dukungan fasilitas produksi dan riset yang terintegrasi, Pertamina Lubricants berupaya terus menghadirkan inovasi produk pelumasan untuk sektor otomotif maupun industri.
Penguatan kapasitas produksi grease hingga 8.000 metrik ton per tahun ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung industri pelumas nasional dan meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri.












