Lajuroda.com, Tangerang – PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong industrialisasi nasional melalui pengembangan lokalisasi komponen otomotif dan kemitraan erat dengan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Komitmen tersebut diperkuat dengan capaian 31 tipe kendaraan Hino yang telah bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP), dengan total nilai di atas 40%.
Komitmen Nyata Hino dalam Pembangunan Industri Lokal
Didirikan sejak 17 Desember 1982, PT HMMI merupakan produsen kendaraan truk dan bus bermerek Hino yang berlokasi di Kota Bukit Indah, Purwakarta, dengan nilai investasi sebesar USD 112,5 juta. Perusahaan ini mengoperasikan lima jalur produksi untuk engine, transmisi, truk ringan, truk menengah, dan bus, dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 75.000 unit.
Saat ini, PT HMMI mempekerjakan 1.578 tenaga kerja langsung dan lebih dari 150.000 tenaga kerja tidak langsung dari rantai pasokan dalam negeri. Kinerja ini menunjukkan peran penting Hino dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat struktur industri otomotif lokal.

148 Mitra Lokal, TKDN Lebih dari 57%
Melalui kemitraan strategis dengan 148 perusahaan komponen lokal dan ratusan penyedia jasa pendukung, HMMI berhasil meningkatkan kandungan lokal pada kendaraan mereka. Beberapa mitra utama seperti PT Gemala Kempa Daya dan PT Prima Rejeki Cikupa Abadi telah berkontribusi besar dalam memperkuat struktur komponen dalam negeri.
“TKDN bukan hanya soal angka, tapi tentang dampak. Ini mendukung pertumbuhan industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujar Harianto Sariyan, Direktur PT HMMI dalam talkshow bertema “PT HMMI Dorong Industrialisasi Melalui Lokalisasi Komponen dan Kemitraan dengan IKM” di GIIAS 2025, ICE BSD.
Dukungan Pemerintah dan Sertifikasi BMP Maksimal
Dalam proses mendapatkan sertifikasi TKDN dan BMP, PT HMMI melalui verifikasi ketat oleh Lembaga Verifikator Independen PT Surveyor Indonesia. HMMI juga berhasil mencetak nilai BMP sebesar 14,10% dari maksimal 15%, sebagian besar diperoleh lewat pemberdayaan UMKM seperti PT Nurindo dengan nilai transaksi tahunan lebih dari Rp 3 miliar.
Sampai pertengahan 2025, 31 tipe kendaraan Hino telah memiliki sertifikasi TKDN + BMP dengan nilai antara 44,35% hingga 57,26%, yang menjadikan Hino sebagai salah satu pemain otomotif terdepan dalam memproduksi kendaraan buatan dalam negeri.
Apresiasi Pemerintah: Contoh Bagi Industri Lain
Kementerian Perindustrian melalui Pusat P3DN, menyatakan apresiasinya terhadap pencapaian Hino. Dalam sambutan oleh Dhini Widya Utari, ST, MM, selaku Ketua Tim Temu Bisnis P3DN yang mewakili Kepala Pusat P3DN Dr. Ir. Heru Kustanto, M.Si, disebutkan bahwa pencapaian ini menjadi inspirasi bagi pelaku industri lain untuk terus mengembangkan produksi lokal sesuai amanat Inpres No. 2 Tahun 2022.
“Kami mengucapkan selamat atas pencapaian 31 tipe kendaraan bersertifikat TKDN. Ini menjadi bukti nyata kontribusi sektor otomotif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing industri kita di pasar global,” ujar Dhini.
Empat Dekade Inovasi: Hino Hadir untuk Indonesia
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di Indonesia, PT HMMI terus berinovasi dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional. Lewat pendekatan berbasis sinergi lokal, Hino tidak hanya memproduksi kendaraan, tapi juga membangun ekosistem industri otomotif Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Keberhasilan PT HMMI dalam mengembangkan TKDN dan BMP merupakan langkah strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah serta mendorong pertumbuhan industri nasional. Dukungan terhadap IKM dan UMKM juga membuktikan bahwa industrialisasi inklusif adalah kunci keberhasilan ekonomi berbasis kekuatan dalam negeri.













