Lajuroda.com, Jakarta — GAC Indonesia mencatatkan kinerja penjualan positif hingga hari ke-7 gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Model AION UT menjadi kontributor terbesar terhadap total transaksi selama pameran, memperkuat posisi merek tersebut di segmen kendaraan listrik harga menengah.
Chief Executive Officer GAC Indonesia Andry Ciu mengatakan respons konsumen terhadap AION UT relatif konsisten sejak hari pertama pameran. Faktor harga yang kompetitif, ketersediaan unit dengan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) 2026, serta estimasi pengiriman maksimal dua hari menjadi pertimbangan utama pembelian.
“Selain harga yang kompetitif, kesiapan unit serta estimasi delivery hingga dua hari menjadi pertimbangan utama konsumen dalam mengambil keputusan pembelian di IIMS 2026,” ujar Andry, Rabu (11/2/2026).
AION UT dipasarkan mulai Rp280 juta untuk varian Standard dan Rp318 juta untuk varian Premium. Harga tersebut menempatkannya langsung berhadapan dengan sejumlah pemain di segmen kendaraan listrik baterai (BEV) Rp300 jutaan, seperti BYD Dolphin dan MG4 EV.

Strategi Harga dan Kepastian Unit
Di tengah persaingan yang semakin ketat, strategi GAC menekankan kepastian pasokan dan kecepatan serah terima sebagai diferensiasi. Langkah ini dinilai relevan mengingat sebagian konsumen EV di Indonesia masih mempertimbangkan waktu tunggu (indent) sebagai faktor krusial sebelum membeli.
Selain itu, GAC menghadirkan program Sporty Dress Up untuk lini AION Series dengan tambahan biaya Rp15 juta, menawarkan paket body kit guna memperkuat tampilan visual kendaraan. Pendekatan ini menyasar konsumen muda dan first-time EV buyer yang mempertimbangkan aspek gaya selain efisiensi biaya operasional.
Selama IIMS 2026, GAC juga menggulirkan program Prosperity Lunar Vaganza dengan daftar harga sebagai berikut:
- AION UT Standard: Rp280.000.000
- AION UT Premium: Rp318.000.000
- AION V Luxury: Rp445.000.000
- HYPTEC HT: Rp616.000.000
Program tersebut berlaku khusus selama pameran dan menjadi bagian dari strategi penetrasi pasar kendaraan listrik nasional.
Pasar EV Kian Kompetitif
Segmen EV harga menengah menjadi salah satu ceruk yang tumbuh paling dinamis dalam dua tahun terakhir. Kehadiran merek-merek asal China dengan strategi harga agresif mendorong kompetisi semakin ketat, terutama di rentang Rp300–500 juta.
Di sisi lain, insentif pemerintah berupa PPN DTP untuk kendaraan listrik berbasis baterai yang memenuhi syarat TKDN turut menjaga daya tarik harga di level konsumen. Kondisi ini membuat produsen berlomba menghadirkan kombinasi harga kompetitif, fitur lengkap, serta ketersediaan unit cepat.
Mengusung tema “Driven by Excitement”, GAC Indonesia menilai momentum IIMS 2026 sebagai ajang strategis untuk memperluas basis konsumen EV sekaligus memperkuat brand awareness di pasar domestik.
Dengan pameran yang berlangsung hingga 15 Februari 2026, perseroan berharap tren penjualan positif AION UT dapat berlanjut dan menjadi pijakan ekspansi lebih lanjut di segmen kendaraan listrik nasional.
Pengunjung masih dapat melihat langsung lini produk GAC Indonesia di Hall A10 JIExpo Kemayoran serta melakukan uji coba kendaraan selama periode pameran.













