Beranda Uncategorized TransTRACK Percepat Ekspansi Global ke Asia Tenggara & Timur Tengah

TransTRACK Percepat Ekspansi Global ke Asia Tenggara & Timur Tengah

TransTRACK mempercepat ekspansi ke Asia Tenggara dan Timur Tengah, memperkuat posisi sebagai pemain utama fleet intelligence berbasis AI dan IoT.
Bapak Aris Pujud Kurniawan, Co-founder and CTO, TransTRACK 3. Ibu Anggia Meisesari, Founder and CEO, TransTRACK 4. Mr. Lim Boon Wei, Group CFO TransTRACK

Lajuroda.com, Jakarta — TransTRACK, perusahaan technology enabler yang berfokus pada digitalisasi operasional armada, mengumumkan percepatan ekspansi global ke kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan tujuh tahun perusahaan sejak didirikan pada 2019.

Ekspansi ini mencakup penguatan kehadiran di sejumlah negara yang sebelumnya telah dijangkau seperti Malaysia, Singapura, Australia, Arab Saudi, dan Qatar. Selanjutnya targetkan penetrasi pasar baru di Vietnam, Thailand, serta kawasan Timur Tengah lainnya seperti Oman, Bahrain, dan Kuwait.

Saat ini, telah melayani lebih dari 1.500 klien dari berbagai sektor, baik B2B maupun B2G. Perusahaan juga tercatat sebagai salah satu dari tiga penyedia solusi fleet management terbesar di Asia Tenggara selama dua tahun berturut-turut berdasarkan laporan Berg Insight.

Co-Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menyatakan bahwa momentum ekspansi ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan solusi fleet intelligence di pasar global.

Strategi Ekspansi TransTRACK Perkuat Posisi di Industri Fleet Intelligence Global - lajuroda.com
Bapak Ledi Hari Setiawan, COO TransTRACK, Aris Pujud Kurniawan, Co-founder and CTO, TransTRACK, Ibu Anggia Meisesari, Founder and CEO, TransTRACK
4. Mr. Lim Boon Wei, Group CFO TransTRACK
Ali Akbar, CFO TransTRACK

“Kami melihat kebutuhan yang semakin kompleks di sektor logistik dan transportasi. Fokus kami adalah menghadirkan solusi yang scalable secara global namun tetap relevan secara lokal,” ujarnya.

Industri fleet management global diproyeksikan mencapai lebih dari USD 30 miliar pada 2026 dan melonjak hingga USD 120 miliar pada 2035. Pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan efisiensi operasional, kepatuhan regulasi, serta tuntutan ESG (Environmental, Social, Governance).

Di Asia Tenggara sendiri, pasar masih berada dalam tahap awal namun menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi, menjadikannya wilayah strategis untuk ekspansi.

Untuk menjawab tantangan industri, TransTRACK menghadirkan platform fleet intelligence berbasis teknologi terkini seperti IoT, AI, robotics, dan data analytics. Platform ini mampu memberikan visibilitas dan kontrol operasional secara real-time.

Co-Founder & CTO, Aris Pujud Kurniawan, menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan bersifat fleksibel. “Platform kami hardware-agnostic dan mudah diintegrasikan. Dengan AI-powered analytics seperti safety scoring dan predictive maintenance, kami membantu klien meningkatkan efisiensi sekaligus memenuhi target keberlanjutan,” jelasnya.

Studi industri menunjukkan bahwa penggunaan teknologi telematics mampu menurunkan emisi hingga 28% sekaligus meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.

Secara finansial, telah mencatat performa positif sepanjang 2025 dengan pendapatan sekitar USD 45 juta. Model bisnis berbasis recurring revenue menjadi salah satu kekuatan utama, dengan gross margin mencapai 73% dan net margin sekitar 20%.

Group CFO Lim Boon Wei menegaskan bahwa perusahaan mengedepankan pertumbuhan yang terukur. “Kami menjaga keseimbangan antara ekspansi dan profitabilitas melalui strategi permodalan yang disiplin,” ungkapnya.

TransTRACK menargetkan ekspansi ke lebih dari 10 negara dan penetrasi ke 10 sektor industri utama hingga 2028. Fokus utama meliputi sektor maritim, pertambangan, dan perkebunan yang memiliki potensi pasar besar.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan strategi locally adaptive technology deployment, yang memungkinkan solusi disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap negara, termasuk regulasi dan tingkat kematangan digital.

Untuk mendukung ekspansi ini, Singapura akan dijadikan sebagai regional hub, sementara pengembangan talenta dilakukan melalui program TransTRACK Academy.

Dengan kombinasi inovasi teknologi berbasis AI dan IoT, strategi ekspansi yang terukur, serta fondasi finansial yang kuat, TransTRACK optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pemain global dalam industri fleet intelligence.

Perusahaan tidak hanya menawarkan solusi pelacakan armada, tetapi juga mendorong transformasi digital menyeluruh dalam ekosistem logistik dan transportasi berbasis data dan keberlanjutan.