Beranda Motor IDRS Dideklarasikan, Dorong Standar Keselamatan Sepeda Motor di Indonesia

IDRS Dideklarasikan, Dorong Standar Keselamatan Sepeda Motor di Indonesia

IDRS Dideklarasikan, Dorong Standar Keselamatan Sepeda Motor di Indonesia - lajuroda.com

Lajuroda.com, Jakarta – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor di Indonesia mendorong lahirnya inisiatif baru bernama Indonesian Road Safety Rating (IDRS). Program berbasis konsumen ini resmi dideklarasikan sebagai upaya mendorong peningkatan standar keselamatan kendaraan roda dua sekaligus mendukung target nasional menekan angka kecelakaan jalan raya.

Sepeda motor masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat Indonesia. Pada 2026, populasi kendaraan roda dua diperkirakan telah mencapai sekitar 145 juta unit. Besarnya jumlah tersebut menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi sektor bengkel, penjualan suku cadang, hingga lembaga pembiayaan.

Namun di balik tingginya populasi kendaraan bermotor, angka kecelakaan lalu lintas justru terus meningkat. Data menunjukkan jumlah korban kecelakaan pada 2021 mencapai 128.466 orang, kemudian naik menjadi 176.916 orang pada 2022. Berdasarkan data ASEAN Stats 2024, jumlah korban kecelakaan yang tercatat hingga akhir 2024 telah menembus 200.005 orang.

IDRS Dideklarasikan, Dorong Standar Keselamatan Sepeda Motor di Indonesia - lajuroda.com
Direktur Utama PT Katya Fajar Ultima (KyFU), Wawan Prastowo, menjelaskan IDRS

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius berbagai kalangan yang bergerak di bidang keselamatan transportasi. Apalagi dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK), khususnya pilar ketiga, Indonesia ditargetkan mengadopsi standar New Car Assessment Program (NCAP) pada 2030. Namun hingga kini, implementasi regulasi yang mendukung arah tersebut dinilai masih belum memadai.

Direktur Utama PT Katya Fajar Ultima (KyFU), Wawan Prastowo, menjelaskan bahwa IDRS hadir sebagai inisiatif untuk menciptakan budaya keselamatan berkendara yang lebih kuat di Indonesia.

“Indonesian Road Safety Rating atau kami singkat IDRS ini merupakan inisiatif kami demi jalanan Indonesia yang lebih berkeselamatan,” ujar Wawan Prastowo saat deklarasi IDRS di Kampung APP Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Menurutnya, program yang berfokus pada edukasi konsumen mengenai produk kendaraan yang memiliki standar keselamatan lebih baik. Melalui sistem penilaian dan sertifikasi keselamatan, masyarakat diharapkan dapat memilih kendaraan sesuai standar keselamatan yang diyakini, sementara produsen memperoleh gambaran potensi pasar untuk produk yang lebih aman.

Keberadaan IDRS juga dinilai mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dalam pelaksanaannya, diharapkan menjadi jembatan antara kepentingan konsumen dan produsen. Pasalnya, penerapan standar NCAP secara wajib berpotensi menambah beban biaya bagi industri maupun masyarakat sebagai pengguna kendaraan.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Melalui sambungan Zoom Meeting, Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyatakan apresiasinya terhadap kehadiran IDRS.

“Kami sangat mendukung keberadaan IDRS, sehingga pada tahun 2030 tingkat kecelakaan di jalan raya yang melibatkan sepeda motor bisa ditekan,” ujarnya.

Meski baru resmi dideklarasikan, IDRS sejatinya telah mulai menjalankan proses penilaian keselamatan kendaraan roda dua. Pada kesempatan yang sama, perwakilan IDRS, Adrianto Sugiarto Wiyono, menyerahkan sertifikat keselamatan kepada MForce Indonesia dan sejumlah produsen sepeda motor lainnya.

Daftar Penerima Sertifikat Keselamatan IDRS

Merek Model Peringkat Keselamatan

CFMoto Papio XO-1 ⭐⭐⭐⭐⭐

WMoto Letbe Island ⭐⭐⭐

Zeeho AE4 ABS ⭐⭐⭐⭐

ALVA Cervo Q ⭐⭐⭐⭐⭐

ALVA Cervo X ⭐⭐⭐⭐

ALVA N3 Next Gen ⭐⭐⭐

TVS Ronin TD ⭐⭐⭐⭐⭐

TVS Ronin SS ⭐⭐⭐⭐

TVS Calisto 125 Premium ⭐⭐⭐

Melalui sistem rating tersebut, diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem kendaraan roda dua yang lebih aman sekaligus meningkatkan kesadaran konsumen terhadap pentingnya aspek keselamatan saat memilih sepeda motor.