Lajuroda.com, Jakarta – Meningkatnya biaya transportasi dan kebutuhan mobilitas masyarakat mendorong konsumen Indonesia untuk mencari kendaraan yang lebih hemat energi tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara. Menjawab kebutuhan tersebut, Chery Indonesia memperkenalkan lini kendaraan berteknologi Chery Super Hybrid (CSH) yang menawarkan efisiensi biaya operasional sekaligus daya jelajah panjang.
Melalui inovasi ini, Chery menghadirkan solusi mobilitas modern yang memadukan teknologi elektrifikasi dengan fleksibilitas kendaraan hybrid. Dengan biaya penggunaan energi mulai dari Rp13 ribuan per hari untuk perjalanan rutin sejauh 40 kilometer, pengguna tetap dapat menikmati kenyamanan berkendara serta jarak tempuh hingga lebih dari 1.200 kilometer dalam sekali pengisian energi dan bahan bakar.
Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, menjelaskan bahwa Chery ingin menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia di tengah meningkatnya perhatian terhadap efisiensi biaya perjalanan.

Teknologi Chery Super Hybrid diterapkan pada beberapa model, yakni TIGGO 8 CSH, TIGGO 9 CSH, TIGGO Cross CSH, dan C5 CSH. Masing-masing model menawarkan efisiensi energi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, mulai dari aktivitas harian hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
Untuk model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) seperti TIGGO 8 CSH dan TIGGO 9 CSH, Chery mengusung konsep “Weekday EV, Weekend Hybrid”. Dengan asumsi harga BBM Rp16.250 per liter dan tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh, perjalanan harian pulang-pergi sejauh 40 kilometer dapat ditempuh menggunakan mode listrik penuh. Biaya energi harian TIGGO 8 CSH diperkirakan sekitar Rp13.878, sementara TIGGO 9 CSH hanya sekitar Rp13.073 per hari.
Saat digunakan untuk perjalanan luar kota sejauh 240 kilometer, TIGGO 8 CSH membutuhkan biaya energi sekitar Rp159.513. Sementara itu, TIGGO 9 CSH mampu menempuh jarak yang sama sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dengan pengisian daya berkala setiap 120 kilometer, sehingga biaya energi hanya sekitar Rp78.462 tanpa konsumsi bensin.
Dalam simulasi penggunaan bulanan sejauh 1.200 kilometer, total biaya energi TIGGO 8 CSH diperkirakan mencapai Rp568.909, sedangkan TIGGO 9 CSH hanya Rp392.199. Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan bensin konvensional yang membutuhkan biaya sekitar Rp1.397.500 per bulan. Potensi penghematan mencapai Rp828.591 untuk TIGGO 8 CSH dan bahkan menembus Rp1.005.301 pada TIGGO 9 CSH













