Beranda Motor WMS Latih Klien Bapas Ciangir Jadi Mekanik Mandiri

WMS Latih Klien Bapas Ciangir Jadi Mekanik Mandiri

WMS Latih Klien Bapas Ciangir Jadi Mekanik Mandiri - lajuroda.com
Klien Diberikan Pelatihan dari MDTC WMS

Lajuroda.com, Kabupaten Tangerang – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pasca pemasyarakatan kembali diperkuat oleh PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta–Tangerang. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), WMS menjalin kolaborasi strategis dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir yang resmi dimulai lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU). Sinergi ini dirancang untuk membekali para klien Bapas dengan keterampilan teknis dan kemampuan praktis yang dapat menjadi modal penting dalam membangun kehidupan mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah lanjut komitmen WMS dalam memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial. Melalui MOU ini, WMS mendorong klien Bapas Kelas II Ciangir untuk mengembangkan kompetensi yang dapat dimanfaatkan baik untuk membuka usaha mandiri maupun menembus peluang kerja profesional di bidang otomotif. Program ini menjadi bagian dari upaya membantu mereka menata masa depan secara lebih terarah, sekaligus memperkuat semangat reintegrasi sosial.

Penandatanganan kerja sama turut disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, M. Ali Syeh Banna, serta Kepala Bapas Kelas II Ciangir, Anjar Seto. Keduanya menyampaikan apresiasi atas kepedulian WMS yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi klien pemasyarakatan untuk membangun kembali kehidupan mereka. Kehadiran sektor swasta melalui kolaborasi seperti ini dipandang sangat penting dalam menciptakan ruang pemberdayaan yang mendukung perkembangan para klien pasca pembinaan.

WMS Latih Klien Bapas Ciangir Jadi Mekanik Mandiri - lajuroda.com
Penandatangan MOU dengan Bapas Ciangir

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, WMS menghadirkan sesi pelatihan teknik sepeda motor yang dipandu oleh Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan dasar-dasar mekanisme kerja kendaraan roda dua, mengenalkan komponen penting motor, serta memberikan perspektif mengenai peluang usaha di bidang perawatan dan perbaikan sepeda motor. Materi disusun secara aplikatif agar mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan oleh para klien.

Selain pelatihan teknik, para klien juga mendapatkan edukasi tentang keselamatan berkendara yang disampaikan oleh Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion WMS. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya disiplin berlalu lintas, manajemen risiko di jalan, serta pemahaman prinsip #Cari_Aman sebagai wujud tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Edukasi ini sekaligus menjadi pembentukan karakter positif yang dapat mendukung kehidupan mereka setelah kembali ke lingkungan sosial.

Bapas Kelas II Ciangir saat ini membina 1.239 klien, dan melalui program kerja sama ini, mereka diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kepercayaan diri untuk kembali berperan aktif di masyarakat. Sebagai tindak lanjut komitmen WMS, klien juga akan mendapatkan pembekalan lebih mendalam mengenai kemampuan troubleshooting sepeda motor Honda, yang bertujuan meningkatkan analisa mereka dalam mendeteksi dan memperbaiki kerusakan secara mandiri. Peluang penyaluran kerja ke jaringan AHASS Jakarta–Tangerang juga terbuka bagi klien yang lolos proses seleksi sesuai standar perusahaan.

General Manager After Sales PT Wahana Makmur Sejati, Nanik Setiawati, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kerja sama teknis, melainkan bentuk kepedulian perusahaan terhadap sesama. Ia berharap ilmu yang diberikan dapat membuka jalan baru bagi para klien untuk menjalani kehidupan produktif melalui profesi teknis maupun usaha mandiri. Menurutnya, setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidup, dan dengan dukungan yang tepat, para klien dapat membangun masa depan yang lebih baik dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, WMS menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan potensi individu secara berkelanjutan. Perusahaan tidak hanya berfokus pada layanan bisnis, tetapi juga ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan. WMS berharap sinergi dengan Bapas Kelas II Ciangir dapat berlanjut menjadi program pelatihan jangka panjang yang membawa dampak positif lebih luas.

Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi pelaku usaha lainnya untuk turut terlibat dalam pembinaan masyarakat pasca pemasyarakatan. Dengan dukungan lintas sektor, proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih inklusif, memberikan kesempatan kedua bagi para klien untuk hidup mandiri, produktif, dan kembali berkontribusi bagi lingkungannya.