Lajuroda.com, Tiongkok – Geely Automobile Holdings Limited (Geely Auto) mencatatkan kinerja penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada 2025. Sepanjang tahun lalu, total penjualan kendaraan global Geely Auto mencapai 3.024.567 unit, tumbuh 39 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian ini tidak hanya melampaui target revisi sebesar 3 juta unit, tetapi juga mendorong penjualan kumulatif Geely Auto menembus lebih dari 20 juta unit secara global hingga akhir 2025.
Kinerja impresif tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan pesat segmen kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV). Sepanjang 2025, Geely Auto membukukan penjualan NEV sebanyak 1.687.767 unit, melonjak 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi signifikan datang dari berbagai merek di bawah naungan Geely Auto, termasuk Geely Yinhe di Tiongkok, serta Lynk & Co dan ZEEKR di pasar global.
Geely Yinhe menjadi motor utama pertumbuhan NEV dengan total penjualan mencapai 1,24 juta unit atau tumbuh 150 persen secara tahunan. Sejak meluncurkan model pertamanya pada Mei 2023, lini NEV ini berhasil mencapai penjualan kumulatif satu juta unit dalam waktu kurang dari 2,5 tahun, menjadikannya salah satu brand NEV dengan laju pertumbuhan tercepat di industri.

Seiring penjualan global yang telah melampaui 20 juta unit, Geely Auto kini memasuki fase baru pengembangan produk berkualitas tinggi melalui strategi “One Geely”. Pada 2026, perusahaan menargetkan peluncuran sekitar 10 model baru di pasar internasional, termasuk Asia Tenggara, Eropa, Afrika Selatan, dan Amerika Latin. Target penjualan global 2026 dipatok sebesar 3,45 juta unit, dengan kontribusi NEV mencapai 2,22 juta unit, sejalan dengan percepatan elektrifikasi cerdas dan strategi lokalisasi.
Pertumbuhan signifikan NEV juga tercermin dari performa berbagai model unggulan. Di pasar Tiongkok, Geely Xingyuan atau dikenal secara global sebagai Geely EX2, mencatatkan penjualan bulanan di atas 40.000 unit selama tujuh bulan berturut-turut, dengan total penjualan kumulatif melampaui 530.000 unit. Geely M9 membukukan 39.000 unit hanya dalam empat bulan sejak peluncuran, sementara Geely Starray EM-i dan Geely Panda Mini masing-masing mencatat penjualan di atas 10.000 unit per bulan dan memimpin di segmennya. Di pasar global, Geely EX5 membukukan penjualan tahunan lebih dari 160.000 unit, dengan total kumulatif melampaui 230.000 unit.
Sinergi antara Lynk & Co dan ZEEKR turut memperkuat profitabilitas lini NEV Geely. Didukung peluncuran model-model terbaru seperti Lynk & Co 900 dan ZEEKR 9X, Lynk & Co mencatatkan penjualan lebih dari 350.000 unit pada 2025. Sementara itu, ZEEKR mencatat rekor penjualan bulanan di atas 30.000 unit pada Desember 2025, tertinggi sepanjang sejarah merek tersebut. Ke depan, Geely juga bersiap meluncurkan MPV flagship pertamanya, Geely V900, pada kuartal pertama 2026.
Di tengah ekspansi NEV, segmen kendaraan bermesin konvensional (internal combustion engine/ICE) Geely tetap menunjukkan ketangguhan. Lini premium Geely China Star membukukan penjualan lebih dari 1,21 juta unit, tumbuh 3 persen secara tahunan. Model-model seperti Xingrui, Xingrui L, dan Xingyue L atau Geely Monjaro di pasar global, mencatat penjualan 420.000 unit. Geely Coolray yang telah diperkenalkan di Indonesia pada November 2025 membukukan penjualan 250.000 unit, disusul Geely Boyue 300.000 unit dan Geely Dihao 180.000 unit.

Tahun 2025 juga menandai pencapaian penting strategi “Intelligent Geely 2025”. Berbagai teknologi utama berhasil diproduksi massal, mulai dari AI full-domain, G-Pilot Safety Assisted Driving, Flyme Auto 2 intelligent cockpit, hingga sistem baterai dengan Geely Battery Safety System. Geely juga telah menyelesaikan tahap pertama konstelasi satelit orbit rendah dengan total 64 satelit aktif, memperkuat sistem terintegrasi antariksa-bumi.
Dari sisi globalisasi, Geely mencatatkan penjualan luar negeri sebanyak 420.000 unit sepanjang 2025, termasuk lebih dari 120.000 unit NEV. Perusahaan memasuki 13 pasar baru dan kini telah hadir di 88 negara dan wilayah dengan lebih dari 1.200 outlet global. Indonesia menjadi salah satu pasar strategis, ditandai dengan debut positif Geely EX2 yang mencatat lebih dari 1.000 SPK sejak pembukaan pre-booking pada November 2025.
Strategi lokalisasi manufaktur juga terus dipercepat. Di Indonesia, Geely telah memulai perakitan massal Geely Starray EM-i, yang akan diikuti perakitan lokal Geely EX5 dan Geely EX2 dengan target TKDN di atas 40 persen. Di tingkat global, fasilitas BAMC di Mesir dan percepatan produksi di Kazakhstan serta kemitraan dengan Renault di Brasil mempertegas komitmen Geely membangun ekosistem manufaktur regional.
Di bidang keberlanjutan, kepemimpinan Geely Auto dalam ESG kembali diakui secara global. Pada 2025, Geely meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk peringkat AA dari MSCI ESG dan posisi teratas di antara produsen otomotif Tiongkok dalam penilaian ISS ESG, menegaskan standar global perusahaan dalam praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola.













