Beranda Mobil Hyundai Siapkan Kejutan di GIIAS 2026, Isyaratkan MPV Listrik 7-Seater dan Evaluasi...

Hyundai Siapkan Kejutan di GIIAS 2026, Isyaratkan MPV Listrik 7-Seater dan Evaluasi Peluncuran IONIQ 3

Hyundai Siapkan Kejutan di GIIAS 2026, Isyaratkan MPV Listrik 7-Seater dan Evaluasi Peluncuran IONIQ 3 - lajuroda.com
New Produk yang akan hadir di GIIAS 2026

Lajuroda.com, Jakarta – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan akan menghadirkan sejumlah kejutan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Selain menampilkan jajaran kendaraan dengan berbagai pilihan teknologi powertrain, juga memberi sinyal kuat akan memperkenalkan mobil listrik baru yang disesuaikan dengan karakter pasar Indonesia yang didominasi kendaraan keluarga.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menegaskan pernyataan tersebut disampaikan saat sesi diskusi bersama awak media menjelang penyelenggaraan GIIAS 2026. Hyundai mengungkapkan bahwa salah satu model yang menjadi perhatian adalah IONIQ 3 Special Edition, yang saat ini masih dalam tahap evaluasi untuk melihat respons konsumen Indonesia sebelum diputuskan dipasarkan secara resmi.

Hyundai Siapkan Kejutan di GIIAS 2026, Isyaratkan MPV Listrik 7-Seater dan Evaluasi Peluncuran IONIQ 3 - lajuroda.com
Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer of HMID dan Kenny Lee selaku President Director of HMID

Menurut Hyundai, IONIQ 3 mendapat sambutan yang sangat positif sejak diperkenalkan. Tingginya antusiasme masyarakat bahkan membuat model tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Oleh karena itu, perusahaan membuka peluang menghadirkan model tersebut ke pasar Indonesia apabila respons publik dinilai memenuhi ekspektasi.

Selain IONIQ 3, juga mengisyaratkan akan membawa kendaraan listrik berkapasitas tujuh penumpang. Langkah ini didasarkan pada karakteristik konsumen otomotif Indonesia yang masih menjadikan mobil keluarga atau 7-seater sebagai pilihan utama.Hyundai Siapkan Kejutan di GIIAS 2026, Isyaratkan MPV Listrik 7-Seater dan Evaluasi Peluncuran IONIQ 3 - lajuroda.com

Hyundai menilai kebutuhan kendaraan keluarga menjadi alasan kuat untuk memperluas lini kendaraan listrik yang sesuai dengan preferensi pasar nasional. Identitas model tersebut masih dirahasiakan dan akan diumumkan pada saat pelaksanaan GIIAS 2026.

Di sisi lain, memandang industri otomotif nasional masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Indonesia pernah mencatatkan penjualan kendaraan mencapai satu juta unit per tahun, sementara saat ini pasar berada di kisaran 780.000 hingga 800.000 unit.

Dengan kapasitas produksi nasional yang telah mencapai sekitar 2,5 juta unit per tahun, Hyundai optimistis Indonesia tetap memiliki peluang besar sebagai basis produksi sekaligus ekspor kendaraan.

Untuk kondisi pasar tahun 2026, Hyundai memperkirakan penjualan kendaraan nasional tidak akan mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan memproyeksikan pergerakan pasar hanya berkisar satu hingga dua persen, dengan harapan penyelenggaraan GIIAS mampu meningkatkan minat beli masyarakat.

Menanggapi persaingan yang semakin ketat dengan berbagai merek kendaraan listrik asal Tiongkok, menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor kendaraan listrik di Indonesia.

Perusahaan memastikan akan terus menghadirkan produk elektrifikasi baru agar tetap kompetitif sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen domestik.

Dalam kesempatan yang sama, Hyundai juga menyampaikan masih menunggu regulasi pemerintah terkait berbagai kebijakan kendaraan ramah lingkungan. Menurut perusahaan, kepastian regulasi menjadi faktor penting dalam menentukan strategi bisnis dan investasi di Indonesia.

Hyundai turut merespons keluhan sebagian konsumen mengenai proses klaim garansi yang dinilai memerlukan waktu cukup lama. Perusahaan menegaskan bahwa seluruh kendaraan yang masih berada dalam masa garansi tetap memperoleh perlindungan sesuai ketentuan. Jika pelanggan mengalami kendala di dealer, meminta konsumen segera menghubungi layanan pelanggan atau memanfaatkan fitur SOS yang tersedia pada kendaraan tertentu agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Terkait isu harga jual kembali kendaraan Hyundai yang dinilai menurun, perusahaan menjelaskan telah menyediakan program Hyundai Solution Mobility yang dilengkapi Resale Value Guarantee hingga 70 persen untuk model tertentu seperti Stargazer dan Creta. Program tersebut memberikan kepastian nilai jual kembali sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku sehingga pelanggan tidak perlu khawatir saat ingin mengganti kendaraan.

Sementara itu, mengenai rencana penerapan biodiesel B50, mengaku hingga kini belum melakukan pengujian resmi terhadap kendaraan diesel yang dipasarkan di Indonesia. Meski demikian, model seperti Staria dan Palisade disebut belum mengalami kendala dengan penggunaan bahan bakar diesel yang tersedia saat ini, akan berkoordinasi dengan pihak prinsipal sebelum memberikan kepastian mengenai kompatibilitas penggunaan B50 pada kendaraan diesel mereka.

Melalui berbagai strategi tersebut, Hyundai berharap dapat memperkuat posisinya di pasar otomotif nasional sekaligus mendukung percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia.