Lajuroda.com, Buriram – Seri pembuka MotoGP 2026 di Chang International Circuit, Thailand, menjadi panggung dominasi Aprilia Racing. Tim pabrikan asal Noale, Italia, tersebut sukses menempatkan dua pembalapnya di barisan depan, dengan Marco Bezzecchi tampil sebagai pemenang setelah memimpin balapan sejak tikungan pertama hingga garis finis.
Bezzecchi yang memulai lomba dari pole position menunjukkan performa nyaris sempurna. Tanpa cela, ia mempertahankan posisi terdepan sepanjang balapan utama yang berlangsung dalam cuaca panas khas Buriram. Start agresifnya memastikan ia mengontrol ritme lomba, sekaligus menjaga jarak aman dari para rival terdekat.
Kemenangan ini menjadi sangat spesial karena menandai kemenangan ketiga secara beruntun bagi Bezzecchi di MotoGP, setelah sebelumnya berjaya di Portimão dan Valencia pada akhir musim 2025. Secara keseluruhan, ini merupakan kemenangan keempatnya di kelas utama bersama Aprilia Racing—sebuah pencapaian yang menjadi rekor tersendiri dalam sejarah tim tersebut di MotoGP.

“Kesalahan di sprint race menyadarkan saya untuk tetap tenang dan bangkit. Kemenangan di Buriram tentu sangat memuaskan. Kami bekerja dengan baik saat tes pramusim, jadi penting untuk membuktikan performa tersebut di balapan,” ujar Bezzecchi usai lomba.
Jorge Martín Tunjukkan Mental Baja
Rekan setimnya, Jorge Martín, juga tampil kompetitif sepanjang akhir pekan. Pembalap asal Spanyol tersebut sempat bersaing dalam perebutan podium sebelum akhirnya finis di posisi keempat. Hasil ini menyamai pencapaian terbaiknya bersama Aprilia Racing di kelas MotoGP.
Bagi Martín, hasil ini terasa emosional. Ia mengungkapkan bahwa beberapa bulan sebelumnya dirinya menghadapi masa sulit yang membuatnya harus membangun kembali kondisi fisik dan mentalnya.
“Beberapa bulan lalu, saya masih butuh bantuan untuk makan. Tapi hari ini saya finis di posisi keempat. Saya sangat bahagia dan berterima kasih kepada semua orang yang membantu dan mendukung saya. Saya menjalani persiapan mental yang intens agar merasa siap dan percaya diri,” ucap Martín.
Finis keempat di seri pembuka menjadi sinyal positif bahwa Martín siap menjadi kandidat kuat dalam persaingan papan atas musim ini.
Trackhouse Perkuat Dominasi Aprilia
Tak hanya tim pabrikan, dominasi Aprilia juga diperkuat oleh performa gemilang tim satelit Trackhouse MotoGP Team. Raúl Fernández sukses merebut posisi ketiga, sekaligus mencatatkan podium keduanya dalam satu akhir pekan setelah sebelumnya naik podium pada sprint race.
Sementara itu, rookie asal Jepang Ai Ogura tampil impresif lewat aksi comeback luar biasa. Memulai balapan dari posisi belakang, Ogura berhasil menembus lima besar dan finis di posisi kelima.
Hasil ini memastikan empat motor Aprilia menguasai lima besar klasemen akhir—sebuah pencapaian bersejarah yang menegaskan kekuatan paket RS-GP musim 2026.
Sinyal Kuat Perebutan Gelar MotoGP 2026
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut hasil di Buriram sebagai buah kerja keras seluruh tim di Noale. Namun ia juga mengingatkan bahwa musim masih panjang dan persaingan akan semakin ketat.
“Dominasi di akhir pekan ini adalah pencapaian luar biasa. Tapi ini baru balapan pertama. Para rival tentu tidak akan tinggal diam. Walau Marc jadi favorit, Aprilia ada tepat di belakangnya,” ujar Rivola.
Dengan performa konsisten Bezzecchi, kebangkitan Martín, serta kontribusi solid dari Trackhouse, Aprilia Racing kini dipandang sebagai salah satu kandidat kuat perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Jika momentum ini terus terjaga, bukan tidak mungkin musim ini menjadi tonggak sejarah baru bagi pabrikan asal Italia tersebut.
Seri berikutnya akan menjadi ujian konsistensi. Namun satu hal yang pasti, kemenangan di Buriram telah mengirim pesan tegas: Aprilia datang bukan sekadar untuk bersaing, melainkan untuk mendominasi.













